Kode budaya Rusia.
Apa itu?

Dalam artikel ini, Anda akan mengenal dan memahami budaya, tradisi, dan adat istiadat dari negara yang besar dan multinasional seperti Rusia.

Rusia adalah negara yang sangat luas dengan penduduk dari berbagai suku dan agama.

Kode budaya telah dipengaruhi dan dibentuk
dari ribuan tahun sejarah dan berbagai tradisi dari banyak suku bangsa yang hidup berdampingan di wilayah Rusia. Budaya Rusia adalah topik yang kompleks dan beragam, memiliki akar sejarah, serta sangat terkait dengan tradisi
dan adat istiadat yang diwariskan
dari generasi ke generasi.

Dalam tulisan ini, kami akan membahas budaya Rusia yang mungkin belum familiar bagi Anda yang baru saja datang ke negara kami dan ingin mengenalnya lebih dalam. “Kode budaya” adalah sebuah konsep yang terdiri dari banyak wacana. Mari kita cermati lebih dalam setiap konsepnya.

Adat istiadat dan tradisi

Hari libur, ritual, dan keunikannya

Untuk memahami topik budaya dan karakter orang Rusia dengan lebih baik, kita perlu mengenal
adat dan tradisi di Rusia terlebih dahulu. Apa itu? Adat istiadat dan tradisi adalah bagian penting dari kehidupan masyarakat sehari-hari yang diwariskan dari generasi ke generasi, sehingga membentuk citra unik bangsa
dan warisan budayanya.

Keramahan orang Rusia

Keramahan adalah salah satu ciri paling menonjol dan menarik dari orang Rusia.
Hal ini terlihat dari kesediaan mereka untuk menjamu dan melayani tamu, serta sikap ramah dan terbuka terhadap tamu. Tradisi dan kebiasaan keramahan orang Rusia sudah ada sejak zaman kuno.

Orang Rusia selalu mengundang tamu ke rumahnya, menunjukkan sifat nasional mereka yang ramah, terbuka, dan hangat. Biasanya tamu disambut di pintu depan dan diajak duduk di meja makan. Jamuan Rusia selalu meriah, membuat semua orang kenyang dan puas. Setiap tuan rumah punya resep khas sendiri yang diwariskan turun-temurun dalam keluarga. Dalam setiap jamuan hari raya, tamu dan tuan rumah saling bersulang untuk kesehatan semua yang hadir. Orang Rusia sering mengundang teman dan kerabat, tidak hanya pada saat perayaan, tapi bahkan tanpa alasan khusus.

Salah satu tradisi orang Rusia adalah perayaan hari raya keagamaan dan hari besar umum yang penting, yang seiring sejarahnya telah menyatu menjadi satu. Hari-hari raya paling populer di Rusia antara lain Malam Tahun Baru (1 Januari), Natal (7 Januari), Shrovetide (atau Maslenitsa), Paskah, Hari Pembela Tanah Air (23 Februari), Hari Perempuan Internasional (8 Maret), Hari Kemenangan (9 Mei), dan Hari Kemerdekaan Rusia (12 Juni).

Tradisi dan ritual keluarga

Tradisi keluarga sangat dihormati dan dijaga di Rusia, karena memperkuat ikatan keluarga. Ritual yang menyertai tradisi keluarga telah menjadi bagian penting dan berperan khusus dalam kehidupan sehari-hari, membuat orang merasa aman dalam lingkungan keluarga dan yakin menghadapi masa depan. Ritual keluarga yang paling populer di Rusia modern biasanya terkait dengan pernikahan, kelahiran anak, dan pembaptisan (Kristen).

Pernikahan

Pernikahan di Rusia biasanya dirayakan secara meriah, dengan banyak tamu, dan berlangsung minimal 2 hari. Biasanya, kerabat dan teman pengantin diundang untuk berkumpul dan menikmati pesta yang menyenangkan bersama. Secara tradisional, perayaan dimulai dengan pengantin pria dan wanita menggigit roti yang dipanggang oleh ibu pengantin wanita sebagai tanda pernikahan yang kuat dan bahagia. Konon, besarnya potongan roti yang digigit pengantin bisa menunjukkan siapa yang nantinya menjadi kepala keluarga.

Ritus pembaptisan

Kelahiran anak dalam keluarga Ortodoks biasanya disertai dengan ritus pembaptisan. Anak-anak umumnya dibaptis pada usia dini, hingga sekitar 2 tahun. Upacara sakramen dilakukan di gereja, dihadiri oleh orang tua baptis, kerabat dekat, dan tentunya kedua orang tua anak.

Uskup mencelupkan anak ke dalam baptisan sambil membaca doa yang memberkati jalan hidupnya. Dipercaya bahwa setelah ritus ini, orang tua baptis menjadi kerabat anak, keluarga, dan satu sama lain.

Rusia adalah negara sekuler dan tidak ada agama yang lebih dominan dibandingkan lainnya.

Aliran agama yang paling banyak dianut adalah Ortodoksi, dengan hampir 75% umat yang menganutnya.

Sastra dan seni

Penyair, novelis, komponis, seniman, komunitas kreatif, dan warisan sejarah Rusia. Ketika membahas fenomena besar seperti budaya Rusia, penting untuk menyadari bahwa sebagian besar darinya berkaitan dengan sastra dan seni. Berikut ini kita akan membahas penulis, penyair, dan seniman Rusia terkenal yang berkontribusi besar terhadap budaya dunia dan sejarah manusia.

Anda tidak akan memahaminya dengan pikiran atau melabeli sebagai negara biasa. Percayalah, Rusia itu negara yang unik.

F. I. Tyutchev

Puisi

Puisi Rusia menempati posisi khusus dalam budaya dunia. Ciri khasnya adalah kedalaman pemikiran, kehalusan perasaan, dan citra yang ekspresif. Beberapa penyair Rusia terbesar antara lain: Alexander Sergeyevich Pushkin (1799−1837), Mikhail Yurievich Lermontov (1814−1841), Fyodor Ivanovich Tyutchev (1803−1873), Afanasy Afanasyevich Fet (1820−1892), dan Nikolai Alexeyevich Nekrasov (1821−1878). Semua penyair tersebut mewariskan sejarah sastra yang mendalam.
Karya-karyanya telah diterjemahkan ke berbagai bahasa dan terus menginspirasi pembaca hingga saat ini.

Puisi Rusia adalah bagian tak terpisahkan dari warisan budaya manusia dan terus menjadi sumber inspirasi bagi banyak generasi.

A. S. Pushkin (1799−1837) adalah penyair, penulis, dan dramawan besar Rusia, sekaligus salah satu pendiri bahasa sastra Rusia modern. Novel terkenalnya, “Eugene Onegin”, merupakan salah satu karya terpenting sastra Rusia.

Di Rusia ada 3.088 jalan yang dinamai Alexander Pushkin, tiga kali lipat dari jumlah kota di negara itu.

Alexander Pushkin

Sumber: V.A.Tropinin, CC0, melalui Wikimedia Commons

Prosa

Sastra klasik Rusia merupakan warisan berharga dari para penulis besar. Di antaranya ada Leo Nikolayevich Tolstoy (1828−1910), Fyodor Mikhailovich Dostoevsky (1821−1881), Nikolai Vasilyevich Gogol (1809−1852), Mikhail Afanasyevich Bulgakov (1891−1940), dan banyak lainnya. Karya-karya mereka ikonik dan berdampak besar bagi budaya dunia.

Karya klasik Rusia dikenal di seluruh dunia berkat bakat sederet penulis yang mampu memahami dan menyampaikan esensi jiwa Rusia. Untuk tujuan ini, para penulis Rusia menggunakan aliran seni dalam sastra dan seni rupa yang disebut simbolisme, yang membantu mereka mengekspresikan konsep yang kompleks, multi-dimensi, dan halus. Sebagai contoh, dalam novel “Ayah dan anak”, Ivan Sergeyevich Turgenev (1818−1883) menggambarkan alam Rusia sebagai simbol kebebasan dan keindahan yang mencerminkan perasaan serta pikiran para tokohnya. Sementara itu, N. V. Gogol dalam puisinya “Jiwa-Jiwa yang Mati” membandingkan Rusia dengan trio kuda dan secara halus menyoroti sifat-sifat khas kepribadian orang Rusia:

“... Ah, troika, troika, troika yang bak burung, siapa pencipta pertamamu? Hanya di tengah bangsa yang kuat dan penuh semangat engkau bisa dilahirkan – hanya di negeri yang, meskipun miskin dan keras, terbentang luas hingga separuh dunia, dan membentang bermil-mil jauhnya sampai menghitungnya pun membuat mata terasa pedih. Engkau bukan kendaraan modis yang dibuat dengan banyak besi dan pengikat. Sebaliknya, engkau adalah sebuah kendaraan yang dibentuk dan dirakit dengan kapak dan pahat oleh seorang petani Yaroslavl yang terampil. Engkau pun tidak dikendalikan oleh seorang kusir yang mengenakan seragam bergaya Jerman, melainkan oleh seorang pria berjanggut yang memakai sarung tangan tebal. Lihatlah dia saat menunggang kuda, lalu mengayunkan cambuknya dan mulai melantunkan lagu panjang yang mengalun! Kuda-kuda melesat seperti angin, jari-jari roda menyatu menjadi lingkaran-lingkaran bening, jalan di bawahnya bergetar, seorang pejalan kaki berhenti dan berseru kagum, memandang kereta yang melaju kencang, dan lama sekali kereta itu melaju dan terus melaju, hingga akhirnya lenyap di kejauhan, hanya menjadi sebuah titik di antara awan debu di ujung cakrawala!

Dan engkau, Rusiaku, bukankah engkau juga melaju seperti troika yang larinya tak bisa dikejar oleh siapa pun? Bukankah jalan berasap di bawah rodamu dan jembatan – jembatan bergemuruh saat engkau melintasinya, sementara segala sesuatu tertinggal di belakang dan para penonton terpukau oleh keajaiban itu, berhenti untuk bertanya-tanya apakah engkau bukan kilat yang diluncurkan dari langit? Apakah yang diramalkan oleh gerakmu yang dahsyat dan menggetarkan itu? Kekuatan apakah yang tersembunyi dalam kuda-kuda misteriusmu itu? Bukankah angin sendiri bersemayam di surai mereka? Bukankah setiap urat dalam tubuh mereka menjadi telinga yang menangkap pesan dari langit, sehingga dengan dada yang tegak sekuat besi dan dengan kuku yang hampir tak menyentuh bumi, mereka melesat ke depan menjalankan tugas besar yang ditetapkan oleh Tuhan? Rusia, ke manakah engkau melaju? Ke mana? Jawablah aku! Namun, tak ada jawaban, hanya bunyi aneh lonceng kereta yang berdentang. Terkoyak menjadi seribu serpihan, udara mengaum melewatimu, karena engkau sedang melampaui seluruh dunia dan suatu hari akan memaksa semua bangsa dan semua kerajaan menyingkir untuk memberi jalan kepadamu!”

N. V. Gogol

Penting juga untuk menyebut Ivan Andreyevich Krylov (1769−1844), penulis fabel terkenal dari Rusia. Sampai sekarang, fabel-fabelnya masih sangat populer, baik di kalangan anak-anak maupun orang dewasa. Ditulis dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, fabel-fabel ini berisi pesan moral dan sosial yang mendalam. Di dalamnya, Anda bisa menemukan sindiran terhadap sifat buruk manusia seperti kemalasan, keserakahan, kesombongan, dan kebodohan, sekaligus pujian untuk sifat baik seperti kerja keras, kemurahan hati, dan kecerdasan.

Seni adalah bagian yang tidak terpisahkan dari budaya Rusia. Seni mencerminkan keunikan karakter bangsa Rusia dan mencakup berbagai bidang seperti lukisan, patung, arsitektur, dan musik.

Lukisan

Berikut hanya sebagian kecil dari seniman Rusia yang terkenal: Ilya Efimovich Repin (1844−1930), Vasily Vasilievich Kandinsky (1866−1944), Viktor Mikhailovich Vasnetsov (1848−1926), Ivan Konstantinovich Aivazovsky (1817−1900), Valentin Alexandrovich Serov (1865−1911).

Lukisan V. A. Serov “Gadis dengan buah persik”

Lukisan terkenal karya seniman Rusia V. A. Serov (1865−1911) “Gadis dengan buah persik” dibuat pada tahun 1887. Lukisan ini menggambarkan Vera Mamontova, putri seorang filantropis Rusia, S. I. Mamontov (1841−1918). Lukisan ini dibuat dengan teknik impresionisme dan merupakan salah satu contoh paling mencolok dari gaya ini dalam seni Rusia.

Lukisan ini istimewa karena merefleksikan suasana ringan dan keceriaan hidup, yang merupakan ciri khas era Art Nouveau. V. A. Serov menggambar seorang gadis yang terlihat nyata dan alami, matanya bersinar dengan keceriaan dan rasa penasaran. Lukisan ini menjadi simbol masa muda, sekaligus gambar ideal kecantikan gadis dalam seni Rusia pada akhir abad ke-19.

Musik

Para komponis besar Rusia telah meninggalkan jejak besar dalam sejarah budaya dunia: Pyotr Ilyich Tchaikovsky (1840−1893), Sergei Vasilyevich Rachmaninoff (1873−1943), Igor Fyodorovich Stravinsky (1882−1971), dan masih banyak lagi. Karya-karya mereka telah menjadi klasik dan banyak dipentaskan di konser, pertunjukan teater, film, dan televisi di seluruh dunia.

P. I. Tchaikovsky (1840−1893) adalah seorang komponis, konduktor, dan pengajar Rusia yang sangat terkenal. Karya-karyanya yang paling terkenal adalah: opera “Eugene Onegin” dan “Ratu Sekop”, balet “Boneka Pemecah Kacang”, dan “Putri Tidur”, serta simfoni “Manfred” dan “Mimpi Musim Dingin”.

Balet

Musik para komponis Rusia banyak digunakan dalam pertunjukan balet klasik Rusia, yang menjadi contoh panutan sekaligus dikagumi di seluruh dunia.

Maya Mikhailovna Plisetskaya (1925−2015) adalah balerina legendaris Rusia dan salah satu bintang paling bersinar dalam sejarah balet dunia.

Sekolah balet di Rusia terkenal dengan tingkat latihannya yang sangat tinggi dan para lulusannya yang sangat terampil. Anda bisa menyaksikan pertunjukan balet kelas dunia setidaknya di dua teater Rusia: “Bolshoi” (Moskow) dan “Mariinsky” (St. Petersburg).
Kedua teater ini benar-benar bisa disebut sebagai simbol budaya dan seni Rusia.

Kota-kota warisan sejarah

Warisan budaya Rusia itu sangat istimewa. Saat bepergian ke Rusia, pastikan untuk mengunjungi kota-kota dengan arsitektur yang khas dan luar biasa, yang mencerminkan berbagai periode dalam sejarah Rusia: Moskow, St. Petersburg, Kazan, Vladivostok, dan Kaliningrad.

St. Petersburg sering disebut sebagai ibu kota utara Rusia. Kota ini didirikan pada tahun 1703 oleh Kaisar Peter yang Agung (1672−1725), yang memutuskan membangun kota tersebut di lokasi yang strategis untuk memperkuat negara Rusia. St. Petersburg dikenal karena banyaknya tempat wisata, mahakarya arsitektur, dan museum.

Istana Musim Dingin dan Museum Hermitage adalah salah satu museum terbesar di dunia, dengan koleksi sekitar 3 juta karya. Bangunan ini dibangun pada tahun 1762 oleh arsitek B. F. Rastrelli (1700−1771).

Katedral St. Isaac adalah gereja Ortodoks terbesar di Rusia dan salah satu simbol kota. Katedral ini dibangun berdasarkan rancangan arsitek A. Montferrand (1786−1858).

Bronze Horseman (Penunggang Kuda Perunggu) adalah patung untuk menghormati Peter yang Agung, yang dibuat oleh pematung E. M. Falcone (1716−1791) pada tahun 1768−1778.

Katedral Kazan adalah gereja Ortodoks utama di St. Petersburg, yang dibangun pada akhir abad ke-18 menurut rancangan A. N. Voronikhin (1759−1814).

Teater Mariinsky adalah salah satu gedung opera terkemuka di Rusia, didirikan pada tahun 1783 oleh arsitek A. K. Cavos (1801−1863).

Kazan

Kaliningrad

Vladivostok

Peribahasa dan ungkapan

Cerita rakyat Rusia sangat kaya dan autentik. Cerita rakyat Rusia merupakan warisan autentik yang dikenal oleh hampir setiap warga Rusia, yang mencakup lagu, dongeng, peribahasa, ungkapan, dan berbagai bentuk seni lisan lainnya. Cerita rakyat mencerminkan keunikan karakter bangsa, sekaligus tradisi, adat, dan cara berpikir masyarakatnya.

Dongeng

Dongeng Rusia merupakan salah satu unsur paling penting dalam cerita rakyat nasional. Cerita-cerita ini penuh petualangan seru, menggambarkan perjuangan antara kebaikan dan kejahatan, serta bagaimana tokohnya berhasil mengatasi berbagai tantangan. Tokoh-tokoh dalam dongeng sering mewakili sifat tertentu, seperti kebijaksanaan, keberanian, kebaikan, atau kecerdikan. Dongeng juga mencerminkan pandangan masyarakat tentang bagaimana dunia tersusun, hubungan antar manusia, serta norma-norma sosial. Setiap dongeng kaya akan arketipe dan makna tersembunyi yang menyimpan kebijaksanaan rakyat.

Banyak penjelasan tentang pesan moral dalam dongeng. Tidak semua dongeng mempertahankan arti aslinya hingga zaman sekarang, tetapi kebijaksanaan rakyat tetap hadir di masing-masing cerita dan menyimpan banyak jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan penting yang tak lekang oleh waktu.

Misalnya, menurut satu versi dongeng Rusia “Roti Manis” mengibaratkan bulan sebagai roti. Roti Manis adalah metafora, seperti banyak tokoh dan gambar lain dalam dongeng Rusia. Cerita ini menggambarkan bagaimana nenek moyang mengamati pergerakan Bulan di langit, dari bulan purnama hingga bulan baru. Kolobok melambangkan Bulan, sedangkan tokoh-tokoh lain dalam dongeng mewujudkan berbagai fase bulan dan rasi bintang. Misalnya, rubah yang “memakan” tokoh utama melambangkan gerhana bulan sebelum munculnya bulan baru.

Dongeng Rusia terkenal, “Atas Kehendak Ikan Pike”, mengajarkan bahwa keberuntungan berpihak pada orang yang jujur dan tidak egois. Tokoh utama, Emelya, adalah pemuda yang pemalas, tapi sangat baik hati. Ketika ikan pike ajaib yang tertangkap di lubang es meminta dilepaskan dengan imbalan sebuah permintaan, Emelya tidak meminta kekayaan yang luar biasa atau hal yang bisa menyakiti orang lain. Ia justru mengajukan permintaan yang polos dan sederhana, seperti anak-anak. Pesan moral yang tersembunyi di sini adalah bahwa nasib akan memberi keberuntungan kepada mereka yang berhati tulus.

Dongeng berjudul “Lobak Raksasa” bercerita tentang sebuah keluarga yang bersatu untuk bisa mencabut lobak yang sangat besar. Setiap anggota keluarga, mulai dari kakek hingga cucu perempuan, bahkan seekor tikus, ikut membantu dalam usaha bersama itu. Dongeng ini menekankan betapa berharganya keluarga secara umum, serta pentingnya saling membantu dan mendukung di dalamnya. Dalam mencapai tujuan bersama, setiap anggota keluarga itu penting dan dibutuhkan.

Dalam dongeng rakyat Rusia, kebaikan selalu mengalahkan kejahatan

Hal ini bisa diwujudkan dengan berbagai cara: sang pahlawan mengalahkan penyihir jahat, mengembalikan harta yang dicuri, atau menyelamatkan orang-orang dari bahaya. Seringkali ada unsur sihir dalam cerita-cerita ini yang membantu tokoh-tokohnya mengatasi berbagai tantangan.

Dongeng juga mengajarkan anak nilai-nilai moral seperti jujur, adil, penyayang, dan empati. Dongeng membantu anak memahami mana yang benar dan salah, serta cara bersikap dalam berbagai situasi.

Peribahasa dan ungkapan

Peribahasa dan pepatah adalah bagian penting dari budaya rakyat Rusia. Peribahasa dan pepatah ini singkat tapi penuh makna, berisi kebijaksanaan dan pengalaman orang-orang. Ini mengajarkan kita hidup selaras dengan sekitar, menghargai kerja keras, menghormati orang tua, dan menyayangi yang lebih muda.

Peribahasa dan pepatah digunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk menyampaikan pikiran, menilai situasi, dan berkomunikasi dengan orang lain. Berikut beberapa pepatah Rusia yang populer dan paling menggambarkan karakter serta jiwa orang Rusia:

“Тише едешь – дальше будешь” (Pelan tapi pasti, sampai juga di tujuan). Pepatah ini berarti, jika Anda bergerak pelan dan hati-hati, Anda bisa meraih lebih banyak kesuksesan dibandingkan jika bertindak cepat dan sembrono.

“Один в поле не воин” (Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh) – pepatah ini menekankan pentingnya kerja sama tim dan kerja sama demi meraih sukses, yang digambarkan dengan sangat baik dalam dongeng Rusia “Lobak Raksasa”.

“Семь раз отмерь, один раз отрежь” (Timbang dulu, putuskan kemudian) – artinya, sebelum mengambil keputusan penting, sebaiknya pikirkan dengan cermat semua konsekuensinya.

“Яблоко от яблони недалеко падает”(Buah jatuh tak jauh dari pohonnya) – artinya, anak sering mewarisi sifat dan perilaku orang tua mereka.

“Под лежачий камень вода не течет” (Air tenang takkan menggerus batu) – untuk meraih sukses, Anda harus berusaha, bukan hanya berdiam diri.

“Старый друг лучше новых двух” (Teman lama bagai harta karun) – teman lama telah teruji oleh waktu dan kehidupan, sedangkan teman baru mungkin belum bisa diandalkan.

Dalam cerita rakyat Rusia, angka 3 dan 7 awalnya dianggap membawa keberuntungan, sedangkan angka 13 justru sebaliknya dan disebut “lusinan setan”. Angka 3 sering muncul dalam puisi epik dan dongeng sebagai simbol kesempurnaan atau selesainya suatu siklus, misalnya “lahir – hidup – mati”. Angka ini juga melambangkan tantangan takdir bagi tokoh utama, seperti harus memilih dari 3 jalan atau melewati 3 ujian untuk meraih keinginannya. Angka 7 melambangkan banyaknya pilihan dan dalam cerita rakyat Rusia sering dikaitkan dengan peristiwa atau fenomena yang membawa keberuntungan dan kebijaksanaan.

Baju adat

Deskripsi dan simbolisme

Salah satu elemen dasar cerita rakyat adalah baju adat Rusia, yang bisa memberi banyak informasi tentang budaya dan kehidupan nenek moyang kami. Pakaian pria biasanya terdiri dari: kemeja, kaftan, topi, dan sepatu bot. Pakaian wanita biasanya terdiri dari: sarafan (gaun panjang tanpa lengan) dan kokoshnik (hiasan kepala tradisional). Setiap elemen pakaian tidak hanya memiliki fungsi praktis, tetapi juga makna simbolis tersendiri.

Contohnya, kemeja pria melambangkan koneksi seorang pria dengan alam dan leluhur. Kemeja itu dihiasi bordir yang juga punya makna simbolis: Pola geometris melambangkan matahari, bumi, air, dan kekuatan alam lainnya. Gambar hewan dan tumbuhan dianggap sebagai jimat pelindung. Sarafan adalah simbol keindahan dan kelembutan feminin. Sarafan bisa beragam warna, tetapi yang paling sering dipakai adalah sarafan merah. Kokoshnik dikenakan oleh wanita menikah sebagai simbol kesuburan dan kesetiaan dalam pernikahan.

Dalam bahasa Rusia Kuno, “merah” berarti “indah”.

Di Rusia, perempuan cantik sering disebut “Gadis merah” – sebutan ini menekankan kecantikan dan pesona mereka, bukan hanya warna pakaian.

Masakan nasional

Hidangan utama pesta Rusia

Kalau membahas budaya negara sebesar Rusia, tidak lengkap tanpa membahas masakan nasionalnya.

Budaya gastronomi Rusia kaya akan tradisi dan terbentuk dari pengaruh berbagai periode sejarah serta berbagai suku dan bangsa yang telah mendiami wilayah Rusia selama berabad-abad. Beberapa hidangan paling populer dalam masakan Rusia antara lain:

Borshch — adalah sup sayuran dengan kaldu daging yang kaya rasa, berwarna merah cerah khas dari bit.

Setiap ibu rumah tangga memiliki cara memasak borscht sendiri, dan rahasia resepnya diwariskan dalam keluarga dari generasi ke generasi.

Pelmeni (pangsit ala Rusia) — adalah hidangan populer lain dalam masakan Rusia, yang biasanya disiapkan bersama seluruh anggota keluarga untuk perayaan atau pesta besar. Pelmeni adalah potongan kecil adonan yang dibentuk khusus dan diisi dengan daging.

Pirogi (Roti tradisional) — berperan penting dalam budaya nasional Rusia. Dahulu, para ibu rumah tangga memanggangnya di oven Rusia menggunakan teknik khusus dengan adonan ragi alami yang mengembang.

Di zaman modern, hampir tidak ada hidangan dalam keluarga Rusia yang tanpa roti. Roti di Rusia biasanya dibuat dari tepung gandum hitam (rye) atau tepung multigrain.

Kholodets dan bliny (Pai dan panekuk) — adalah dua hidangan Rusia yang hampir selalu menemani perayaan hari raya maupun hidangan sehari-hari. Kholodets dipanggang dari adonan ragi dengan berbagai jenis isian, termasuk yang manis.

Panekuk atau bliny adalah roti pipih tipis berbentuk bulat dan berwarna keemasan, yang bisa disajikan dengan berbagai isian dan topping, seperti krim asam, kaviar, madu, selai, atau susu kental manis.

Tradisi sehari-hari

Kalau membahas ritual dan tradisi Rusia yang populer dan masih lestari hingga sekarang, banya adalah tradisi yang tidak boleh terlewatkan.

Banya

Banyak keluarga Rusia memiliki banya sendiri di kebun atau lahan pribadi, atau rutin berkunjung ke banya di kota. Banya Rusia memiliki sejarah panjang yang berasal dari zaman kuno. Perbedaan utama antara banya Rusia dan tempat mandi lainnya (seperti pemandian umum, sauna, dll.) adalah penggunaan tungku batu. Batu-batu di tungku disiram air untuk menghasilkan uap panas yang sangat lembap.

Praktik khas Rusia adalah “steam with a broom” (mandi uap sambil menepuk tubuh dengan sapu dari ranting pohon). Ini adalah ritual mandi khusus di mana seikat ranting dari pohon tertentu (seperti birch, oak, atau fir) digunakan untuk menghasilkan uap dan menepuk tubuh sendiri atau orang lain dari ujung kaki hingga kepala. Ritual ini meningkatkan sirkulasi darah dan menguatkan sistem kekebalan tubuh. Setelah proses mandi uap, biasanya orang masuk ke air dingin atau menggosok tubuh dengan salju, sambil minum teh herbal. Banya Rusia asli dipercaya tidak hanya menguatkan tubuh, tetapi juga meneguhkan semangat dan jiwa.

Budaya Rusia adalah fenomena dengan banyak sisi.

Di sini kami hanya mencoba membuka topik pembahasan yang menakjubkan dan mendalam ini, lalu menggambarkan hal-hal yang paling penting. Kami harap, dengan belajar dan memahami budaya Rusia akan memberi Anda lebih banyak pengalaman dan ketenangan jiwa!